Mereka terpaksa membawa jenazah tersebut menggunakan sepeda motor (ojek), dengan menempuh risiko besar di atas jalanan yang hancur.
Baca Juga: Jalan Rusak Parah dan Faskes Tak Memadai Paksa Warga Bengkayang Tandu Seorang Pasien ke Sanggau
Peristiwa ini menyoroti sulitnya akses transportasi dan ironi pembangunan di wilayah perbatasan seperti Entikong.
Warga setempat merasa putus asa dengan kondisi yang tak kunjung membaik, padahal akses jalan adalah kebutuhan vital untuk layanan darurat, kesehatan, dan ekonomi.
Warga pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan solusi nyata untuk memperbaiki infrastruktur jalan di dusun mereka. Mereka tidak ingin kejadian serupa terulang kembali.
“Kami berharap jalan segera diperbaiki. Bukan hanya untuk urusan jenazah, tapi juga untuk warga yang sakit dan aktivitas sehari-hari,” tambah warga lainnya.
Kejadian akibat jalan rusak di Entikong ini menambah daftar panjang potret buram infrastruktur di pedalaman Kalbar.
Warga berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sanggau agar mereka bisa mendapatkan hak yang sama, terutama akses jalan yang layak.
Baca Juga: Miris, Jenazah di Sintang Terpaksa Ditandu Sejauh 5 KM Akibat Jalan Rusak Parah
(*Red)
















