Aliansi ini melihat fundamental pasar yang sehat dan prospek ekonomi global yang stabil, yang tercermin dari rendahnya tingkat persediaan minyak global.
“Dengan mempertimbangkan prospek ekonomi global yang stabil dan fundamental pasar yang sehat saat ini, sebagaimana tercermin dalam tingkat persediaan minyak yang rendah, delapan negara partisipan memutuskan untuk melakukan penyesuaian produksi sebesar 137.000 bph dari penyesuaian sukarela tambahan sebesar 1,65 juta bph yang diumumkan pada April 2023. Penyesuaian ini akan diterapkan pada Desember 2025,” papar pernyataan tersebut.
Ditangguhkan Awal 2026
Meskipun ada kenaikan di bulan Desember, OPEC+ akan segera “menginjak rem” di awal tahun depan. Kenaikan produksi ini tidak akan berlanjut di Kuartal I 2026 karena mempertimbangkan faktor musiman.
“Setelah Desember, karena faktor musiman, delapan negara tersebut juga memutuskan untuk menangguhkan peningkatan produksi pada Januari, Februari, dan Maret 2026,” sebut OPEC.
Kenaikan 137.000 bph ini merupakan “penyesuaian” dari pemotongan produksi sukarela tambahan yang jauh lebih besar, yakni 1,65 juta bph, yang pertama kali diterapkan pada April 2023. Pemotongan besar tersebut kemudian diperpanjang hingga akhir 2026.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis Pasca Sanksi Baru AS terhadap Rusia
OPEC menekankan bahwa jumlah produksi tersebut dapat dikembalikan sebagian atau seluruhnya secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi pasar.
Keputusan OPEC+ naikkan produksi minyak ini bersifat jangka pendek. Untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya, delapan negara produsen minyak utama itu akan kembali menggelar pertemuan pada 30 November mendatang.
(*Red)
















