Nilai investasi tersebut terdiri atas Rp66,3 triliun dari sektor swasta murni dan Rp158,72 triliun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk berbagai proyek infrastruktur.
Progres Pembangunan Fisik
OIKN juga membantah klaim pelambatan konstruksi. Hingga September 2025, sebanyak 44 tower hunian ASN telah siap ditempati.
Selain itu, tiga tower sedang dalam tahap akhir pembangunan dan empat tower baru tengah dikerjakan untuk menampung gelombang pemindahan ASN.
Tahap pertama pembangunan (2022–2024) telah menghasilkan berbagai infrastruktur utama seperti Istana Garuda, kompleks perkantoran pemerintahan, perumahan menteri dan ASN, rumah sakit, hotel, serta bandara VVIP.
Baca Juga: Bukan Lagi Proyek Strategis, Mahfud Sebut IKN dan Whoosh Warisan Masalah Hukum untuk Prabowo
Memasuki Tahap II (2025–2028), OIKN akan memfokuskan pembangunan pada sektor legislatif dan yudikatif, konektivitas antarwilayah, ruang terbuka hijau, pengembangan kawasan Sepaku, serta sektor pendidikan.
Dengan langkah-langkah dan progres pembangunan IKN tersebut, pemerintah yakin bahwa Ibu Kota Nusantara akan berkembang sesuai rencana dan jauh dari gambaran “kota hantu” yang disematkan oleh media asing.
(*Red)
















