Lopa secara ketat melarang keluarganya menggunakan fasilitas negara, termasuk mobil dinas, untuk urusan pribadi.
Konsekuensinya, ia tak segan berulangkali naik angkutan umum (angkot) untuk bepergian pada akhir pekan.
Kesederhanaannya juga terekam dalam sebuah anekdot saat ia membelikan hadiah ulang tahun untuk cucunya.
Dikutip dari buku Mata Batin Gus Dur (2017), Lopa hanya membelikan mainan seharga Rp7.500, membuat kasir toko heran.
Saking sederhananya, atasannya, Jaksa Agung Ali Said, pernah mengungkap bahwa Lopa memang “miskin”.
“Tapi dia sendiri tetap miskin,” ungkap Ali, dikutip Kompas (17 April 1983).
Kejujuran dan kesederhanaan Lopa inilah yang membuatnya dikenang sebagai sosok langka di dunia hukum Indonesia.
Baca Juga: Jaksa Agung: Kajari yang ‘Adem Ayem’ di Sarang Koruptor Akan Saya Tindak
(*Mira)
















