Yakin Kerokan Itu Aman? Kenali 3 Risikonya Saat Badan Meriang

"Kerokan sering jadi solusi masuk angin. Namun, waspadai bahaya kerokan, mulai dari iritasi dan infeksi kulit hingga risiko menyamarkan gejala penyakit serius."
Kerokan sering jadi solusi masuk angin. Namun, waspadai bahaya kerokan, mulai dari iritasi dan infeksi kulit hingga risiko menyamarkan gejala penyakit serius. (Dok. Ist)

Anda sebenarnya sedang menciptakan memar yang disengaja.

Alih-alih menyembuhkan, Anda justru menambahkan trauma baru pada jaringan tubuh yang mungkin sudah meradang karena pegal atau infeksi virus.

Pada beberapa kasus, peradangan yang berlebihan ini justru bisa membuat rasa nyeri atau pegal terasa lebih buruk setelah efek hangatnya hilang.

3. Menyamarkan Gejala Penyakit Serius

Ini adalah risiko terbesar dan paling berbahaya dari kerokan.

“Masuk angin” bukanlah diagnosis medis, melainkan sekumpulan gejala seperti meriang, pusing, mual, kembung, dan badan pegal.

Gejala-gejala ini sangat umum dan bisa menjadi tanda dari berbagai penyakit.

Gejala “masuk angin” bisa jadi merupakan tanda awal dari penyakit serius.

Sebagai contoh, kondisi yang sering disalahartikan sebagai “angin duduk” bisa jadi merupakan gejala serangan jantung, yang ditandai dengan nyeri dada, mual, dan sesak.

Demikian pula, fase awal Demam Berdarah (DBD) atau bahkan infeksi paru (pneumonia) sering kali memiliki gejala yang mirip flu atau masuk angin berat, seperti meriang dan badan pegal.

Kerokan memberikan “rasa nyaman semu” atau efek plasebo yang membuat penderita merasa sedikit lebih baik.

Akibatnya, mereka mungkin menunda mencari pertolongan medis yang sesungguhnya, padahal penanganan cepat sangat krusial untuk penyakit-penyakit tersebut.

Baca Juga: Fakta atau Mitos: Boleh Tidaknya Mandi Saat Demam?

(*Mira)