Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, “kerokan” adalah ritual wajib dan solusi pamungkas saat badan terasa “masuk angin”.
Sensasi hangat dan munculnya guratan merah di kulit sering dianggap sebagai tanda bahwa “angin” telah berhasil dikeluarkan dan kesembuhan akan segera datang.
Secara tradisi, praktik ini memberikan rasa nyaman dan lega.
Namun, dari sudut pandang medis, metode yang melibatkan gesekan kuat pada permukaan kulit ini bukannya tanpa risiko.
Baca Juga: Waspada! 4 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Biang Keladi Masuk Angin
Sebelum Anda mengambil koin dan minyak, pahami 3 potensi bahaya atau efek samping kerokan yang perlu Anda waspadai.
1. Membuka Pintu Masuk Infeksi
Proses kerokan pada dasarnya adalah menggesek benda tumpul (seperti koin atau alat kerok) secara berulang ke kulit yang telah dibaluri minyak.
Gesekan kuat ini bertujuan untuk memecahkan pembuluh darah kapiler di bawah kulit, yang kemudian tampak sebagai jejak merah (petechiae).
Gesekan ini dapat menyebabkan iritasi, lecet, atau luka mikroskopis (micro-abrasions) pada permukaan kulit.
Jika alat kerok yang digunakan tidak steril atau kulit tidak dibersihkan dengan benar, luka kecil ini bisa menjadi “pintu masuk” yang sempurna bagi bakteri dan kuman, yang berpotensi memicu infeksi kulit seperti selulitis.
2. Memperparah Peradangan (Inflamasi)
Banyak yang salah kaprah mengira warna merah pekat adalah “angin” yang keluar.
Secara medis, warna merah itu adalah tanda peradangan (inflamasi) dan pendarahan kapiler di bawah kulit.
















