Karena tidak ada makanan untuk dicerna, asam lambung ini akhirnya mengiritasi dinding lambung dan meningkatkan produksi gas.
Hasilnya adalah perut kembung (begah), mual, dan dorongan untuk bersendawa terus-menerus itulah “angin” yang terperangkap.
3. Kelelahan Akibat Terlalu ‘Ngasih Kendor’
Bekerja terlalu keras, kurang istirahat, atau memforsir fisik secara berlebihan akan menjatuhkan sistem kekebalan tubuh Anda.
Saat tubuh berada dalam kondisi “drop” atau kelelahan, ia menjadi sangat rentan.
Kondisi inilah yang sering kita rasakan sebagai awal masuk angin: badan terasa ringkih, pegal linu di sekujur tubuh, dan perasaan tidak bugar secara keseluruhan.
4. Menukar Jam Tidur dengan ‘Me Time‘ (Begadang)
Kurang tidur atau sering begadang adalah cara cepat untuk mengundang masuk angin.
Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk melakukan “reset” dan perbaikan sel.
Ketika Anda mengabaikan jam tidur, ritme sirkadian tubuh menjadi kacau.
Anda akan bangun dengan kondisi pusing, metabolisme melambat, dan badan terasa dingin atau meriang.
Ini adalah sinyal protes dari tubuh Anda.
Baca Juga: Mengapa Gampang Marah Saat PMS? Ini 4 Jawaban Ilmiah di Balik Perubahan Mood Anda
(*Mira)
















