Ia mengatakan Indonesia memerlukan pendekatan khusus atau special deal dengan AS jika ingin mendapatkan tarif 0 persen untuk sawit.
Namun, Faisal mengakui hal ini tidak mudah, terutama setelah proses negosiasi tarif resiprokal sebelumnya.
“Perlu special deal dengan Amerika, ini tidak mudah karena dari hasil negosiasi tarif resiprokal kemarin kita sudah terlanjur menawarkan banyak hal untuk diberikan kepada Amerika,” kata Faisal.
“Nah, dengan begitu memang perlu dicari cara, kira-kira apa yang bisa ditawarkan oleh Indonesia kalau misalkan mau sawit diberi (tarif) 0 persen,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada Selasa (30/9), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih bernegosiasi terkait keputusan final tarif impor Presiden AS Donald Trump.
Dalam perundingan tersebut, pemerintah Indonesia menargetkan agar sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan kakao, terbebas dari tarif impor 19 persen yang diberlakukan AS.
Baca Juga: Konflik Sosial Mengancam: Pengambilalihan Kebun Sawit di Kawasan Hutan Dikritik Pakar IPB
(*Red)












