Komitmen Ganda PT DIB: Tekan Angka Stunting, Biayai 15 Mahasiswa Hingga Sarjana

Kader Posyandu memberikan makanan tambahan untuk anak-anak Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kayong Utara. Program rutin ini berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan masyarakat ke Posyandu.
Kader Posyandu memberikan makanan tambahan untuk anak-anak Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kayong Utara. Program rutin ini berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan masyarakat ke Posyandu. Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – PT Dharma Inti Bersama (DIB), selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), turut mengambil bagian dalam gerakan nasional pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan anak-anak.

Melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), perusahaan menghadirkan dukungan nyata bagi bayi dan balita di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Baca Juga: Komitmen Peningkatan SDM Lokal, PT DIB Berikan Beasiswa S1 untuk Mahasiswa Pulau Pelapis Kayong Utara

Desa ini merupakan wilayah terdekat dengan lokasi proyek industri strategis nasional tersebut.

Sebanyak 100 bayi dan balita dari tiga dusun, yakni Kelawar, Raya, dan Jaya, menerima paket makanan bergizi berupa susu UHT, telur rebus, biskuit, dan kacang hijau.

Program ini merupakan bagian dari program CSR PT DIB (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan/TJSL) yang dijalankan secara rutin bersama Puskesmas Pelapis dan kader Posyandu setempat.

Ketua Kader Posyandu Strawberry Dusun Jaya, Jumailian, menyampaikan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Program ini sangat membantu karena menambah asupan gizi anak-anak di desa kami. Semoga bisa rutin dilaksanakan agar kesehatan anak-anak semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ema Nurhajah, Ketua Posyandu Mangga Harum Dusun Kelawar, menilai kegiatan PMT ini berhasil mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang.

“Dengan adanya bantuan makanan tambahan ini, kebutuhan protein anak-anak lebih terpenuhi dan orang tua juga jadi lebih aktif datang ke Posyandu,” katanya.

Dukungan serupa datang dari tenaga kesehatan Puskesmas Pelapis, Agung Prasetyo.

Baca Juga: Program PMT PT DIB Sukses Tingkatkan Kunjungan Posyandu di Desa Pelapis

Ia menyebut bahwa pelaksanaan PMT terbukti meningkatkan partisipasi masyarakat secara signifikan.

“Dulu kunjungan ke Posyandu hanya belasan orang, sekarang bisa puluhan. Dengan begitu, pemantauan berat dan tinggi badan anak bisa lebih akurat dan cepat ditangani bila ditemukan indikasi stunting,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini juga mendukung kampanye nasional ‘Ayo ke Posyandu’ serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan swasta di bidang kesehatan masyarakat.