Dari sisi neraca, nilai aset PT Timah per semester I 2025 tercatat turun 4 persen menjadi Rp 12,33 triliun dari posisi akhir 2024 sebesar Rp 12,8 triliun.
Posisi liabilitas perseroan juga dilaporkan turun 6 persen menjadi Rp 5,03 triliun, yang antara lain disebabkan oleh pembelian kembali seluruh medium term notes (MTN) perusahaan.
Menyusul laporan kinerja ini, PT Timah juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang salah satunya merombak jajaran direksi, termasuk posisi Direktur Operasi.
Baca Juga: Komitmen Ganda PT DIB: Tekan Angka Stunting, Biayai 15 Mahasiswa Hingga Sarjana
(*Mira)
















