Perbandingan Gizi Dada Ayam atau Paha Ayam: Mana yang Lebih Sehat untuk Diet?

Dada Ayam atau Paha Ayam? Cek Perbandingan Gizi
Ilustrasi. Dada Ayam atau Paha Ayam? Cek Perbandingan Gizi. (Dok. Ist)

Namun, paha ayam menawarkan keunggulan lain; ia lebih kaya zat besi dan zinc, dua mineral penting untuk pembentukan darah dan sistem imun.

Kebutuhan dan Cara Memasak

Di dapur, paha ayam sering jadi favorit karena tidak mudah kering meski dimasak lama.

Kandungan lemaknya membuat teksturnya tetap lembut, cocok untuk hidangan seperti kari, sup, hingga ayam bakar.

Sebaliknya, dada ayam memerlukan perhatian khusus dalam proses memasak agar tidak terlalu kering.

Namun, bagian ini sangat fleksibel dan mudah menyerap bumbu, cocok untuk resep sehat seperti ayam panggang, tumisan cepat, atau salad.

“Kalau ingin potongan ayam rendah lemak dan tinggi protein, pilih dada ayam. Tapi kalau ingin rasa lebih gurih dengan tekstur lembut, paha ayam bisa jadi pilihan,” jelas Berger.

Jadi, Mana yang Lebih Sehat?

Jawaban atas pertanyaan Dada Ayam atau Paha Ayam yang lebih sehat sangat tergantung pada kebutuhan diet dan tujuan kesehatan Anda.

  • Bagi yang sedang menurunkan berat badan atau ingin asupan protein tinggi dengan lemak minimal, dada ayam adalah pilihan tepat.
  • Namun, jika Anda butuh asupan tambahan zat besi, zinc, dan cita rasa lebih kaya, paha ayam juga tak kalah menyehatkan.

Menurut Berger, tidak ada bagian yang harus dihindari sepenuhnya.

Baca Juga: Rekomendasi Makanan Tinggi Serat untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan Ideal

Ia bahkan menyarankan untuk mencampur keduanya dalam menu makan agar tubuh mendapatkan manfaat gizi yang lebih beragam.

Yang paling penting, kata Berger, adalah cara mengolahnya.

“Panggang, rebus, atau kukus lebih baik daripada digoreng,” tutupnya, menegaskan bahwa cara memasak yang bijak adalah kunci utama makanan sehat.

(*Drw)