Namun, IF tidak terbukti menyebabkan kehilangan otot lebih banyak daripada diet lainnya.
Kunci Menjaga Massa Otot Saat Puasa Intermiten
Meskipun IF pada dasarnya aman untuk massa otot, ada beberapa strategi penting untuk memastikan otot Anda tetap terlindungi saat menjalankan diet ini:
1. Cukupi Kebutuhan Protein Harian
Ini adalah faktor terpenting.
Pastikan Anda mengonsumsi cukup protein berkualitas tinggi selama jendela makan Anda.
Protein adalah bahan baku utama untuk memperbaiki dan membangun otot.
Asupan protein yang cukup memberikan sinyal pada tubuh untuk tidak membongkar jaringan otot yang ada.
2. Lakukan Latihan Kekuatan (Angkat Beban)
Latihan kekuatan mengirimkan sinyal kuat ke tubuh bahwa otot Anda masih sangat dibutuhkan.
Saat tubuh mendeteksi adanya stres dari latihan beban, ia akan berusaha mempertahankan bahkan membangun massa otot, meskipun sedang dalam kondisi defisit kalori.
Menggabungkan IF dengan 2-3 sesi latihan beban per minggu adalah kombinasi ideal.
3. Jangan Berpuasa Terlalu Ekstrem
Bagi kebanyakan orang, metode seperti 16/8 (16 jam puasa, 8 jam jendela makan) atau 5:2 (5 hari makan normal, 2 hari rendah kalori) sudah cukup efektif.
Menjalani puasa lebih dari 24 jam secara terus-menerus tanpa pengawasan ahli dapat meningkatkan risiko kehilangan otot.
Kesimpulan
Kekhawatiran bahwa diet puasa intermiten akan secara otomatis membakar dan mengurangi massa otot sebagian besar adalah mitos.
Tubuh memiliki mekanisme cerdas untuk membakar lemak sebagai prioritas sebelum beralih ke otot.
Selama Anda mengonsumsi cukup protein berkualitas tinggi di dalam jendela makan dan tetap aktif terutama dengan latihan kekuatan diet puasa intermiten adalah cara yang aman dan efektif untuk membakar lemak tanpa mengorbankan massa otot yang berharga.
Baca Juga: Dada Ayam Tinggi Protein Anti Hambar: Ini 6 Cara Memasak yang Tepat untuk Diet Sehat
(*Mira)












