Usia 50 Tahun, Berapa Tabungan Pensiun Ideal yang Harus Dimiliki? Ini Kata Ahli

Ilustrasi seseorang sedang menghitung tabungan dana pensiun untuk masa depan. (Dok. Ilustrasi/Faktakalbar.id)
Ilustrasi seseorang sedang menghitung tabungan dana pensiun untuk masa depan. (Dok. Ilustrasi/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Menjalani masa pensiun yang damai secara finansial adalah harapan banyak orang, namun berapa dana yang ideal?

Penyedia rencana pensiun Fidelity menyebut idealnya seseorang memiliki tabungan setara enam kali pendapatan tahunan saat mencapai usia 50 tahun, Senin (27/10/25).

Fidelity menyarankan target tersebut terutama jika mereka berencana pensiun di usia 67 tahun.

Sebagai contoh, jika dalam setahun total pendapatan Anda adalah Rp100 juta, maka jumlah tersebut harus dikalikan enam, sehingga total tabungan idealnya adalah Rp600 juta.

Baca Juga: Danantara Buka Suara Soal Rencana Merger Manajer Investasi Himbara, Pandu Sjahrir: Tunggu ‘Official’

Kendati demikian, angka tersebut bukan patokan mutlak. Menurut Nathan Sebesta, perencana keuangan bersertifikat sekaligus pendiri Access Wealth Strategies, jumlah tabungan yang dibutuhkan bergantung pada beberapa faktor.

Faktor-faktor tersebut antara lain kapan Anda ingin pensiun, berapa besar pengeluaran Anda di masa pensiun, dan di mana Anda tinggal.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika dana tabungan masih jauh dari target?

Jika tabungan pensiun Anda tertinggal jauh, Sebesta menyarankan untuk menurunkan ekspektasi pendapatan saat pensiun.

Baca Juga: Kejagung Geledah Kantor dan Rumah Pejabat Bea Cukai Terkait Dugaan Korupsi Ekspor POME

Ia menganjurkan untuk memfokuskan sisa waktu 10-15 tahun ke depan untuk melunasi utang, mengurangi pengeluaran, dan mempertimbangkan pindah ke lokasi dengan biaya hidup lebih rendah.

Sebagai langkah terakhir, Anda mungkin perlu tetap bekerja saat memasuki usia pensiun.

“Tidak ada yang bermimpi harus tetap bekerja saat pensiun,” kata Sebesta.

“Namun, bagi yang terlambat memulai dan tak bisa mengejar ketertinggalan, ini bisa jadi satu-satunya pilihan realistis.” pungkasnya.

(ra)