Melawi  

Kapolres Melawi Tegaskan Tiga Anggota Dipecat Akibat Narkoba di Depan Siswa

Kapolres Melawi Harris Batara Simbolon memberikan edukasi bahaya narkoba kepada siswa SMKN 1 Nanga Pinoh dalam program Kapolres Go To School. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Kapolres Melawi Harris Batara Simbolon memberikan edukasi bahaya narkoba kepada siswa SMKN 1 Nanga Pinoh dalam program Kapolres Go To School. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Di hadapan para siswa, Harris memaparkan secara langsung definisi, jenis, dan dampak penyalahgunaan narkoba berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ia menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku maupun penyalahguna narkoba di wilayah Melawi.

“Selama saya menjabat Kapolres Melawi hampir satu tahun ini, sudah tiga anggota kami yang diberhentikan tidak dengan hormat karena terlibat narkoba. Ini bukti komitmen kami dalam pemberantasan narkoba,” tegas Kapolres.

Harris juga mengungkapkan bahwa langkah pencegahan tak hanya dilakukan di luar, namun juga di internal kepolisian. Tes urine rutin dilakukan bagi seluruh personel, termasuk para perwira hingga dirinya sendiri.

Baca Juga: Oknum MG Ditangkap Di Asrama Polisi Dengan Setengah Kilogram Sabu, Diduga Kuat Sopir Kapolres Melawi

“Tidak ada tebang pilih dalam penegakan hukum terkait narkoba, bahkan jika melibatkan anggota Polri,” tambahnya.

Kapolres juga mengingatkan para siswa untuk tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apapun.

“Awalnya hanya coba-coba, lama-lama kecanduan dan akhirnya menghancurkan masa depan serta keluarga. Semua narkotika itu merusak otak dan kehidupan sosial,” pesan Harris.

Ia menjelaskan bahwa banyak faktor yang mendorong seseorang menggunakan narkoba, seperti ingin terlihat gaul, ikut-ikutan teman, solidaritas kelompok, atau sekadar ingin melupakan masalah.

Dalam sambutannya, Dwi Handayani menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Kapolres Melawi terhadap dunia pendidikan.

“Terima kasih atas kunjungan Bapak Kapolres. Kami sangat mendukung program pencegahan narkoba dan bullying di lingkungan sekolah. Kami juga berkomitmen bersama kepolisian untuk mewujudkan sekolah yang bersih dari narkoba,” ujar Dwi.

Sementara itu, Widya, salah satu siswi SMKN 1 Nanga Pinoh, mengaku senang dan termotivasi dengan kegiatan tersebut.

“Saya jadi lebih tahu bahaya narkoba. Penjelasan Bapak Kapolres sangat mudah dipahami dan membuka wawasan kami,” ujarnya.

(ra)