Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah sering menjadi tanda adanya gangguan serius. Ini mengindikasikan adanya masalah pada Kesehatan Fungsi Ginjal.
Kreatinin sendiri adalah produk limbah yang terbentuk saat tubuh memecah kreatin.
Kreatin digunakan otot untuk menghasilkan energi, menurut Everyday Health.
Normalnya, ginjal membersihkan kreatinin dari darah dan membuangnya melalui urine.
Namun, saat ginjal tidak berfungsi optimal, kadar kreatinin dalam darah akan meningkat.
Gejala kreatinin tinggi bisa beragam. Ini mencakup kelelahan, mual, kram otot, hingga perubahan frekuensi buang air kecil. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, penting memperhatikan pola makan.
Salah satunya adalah menghindari Makanan Dilarang Saat Kreatinin Tinggi.
Daftar Makanan yang Dilarang Saat Kreatinin Tinggi
Pola makan yang tepat sangat penting bagi penderita penyakit ginjal.
Ada beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan kadar kreatinin atau memperparah kondisi ginjal.
Baca Juga: Daftar Makanan yang Tak Boleh Dihangatkan Ulang: Cek Tips Aman Memanaskan Makanan
Merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah daftarnya:
1. Daging Merah dan Makanan Laut (Seafood)
Daging merah (sapi, babi, kambing) mengandung kreatin. Zat ini akan berubah menjadi kreatinin saat dimasak.
Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kadar kreatinin dalam darah.
Makanan laut seperti tuna dan salmon juga memiliki kandungan kreatin yang tinggi.
Untuk menjaga kadar kreatinin tetap stabil, sebaiknya batasi konsumsi daging merah dan seafood. Pilih sumber protein nabati sebagai alternatif yang lebih baik.
2. Produk Olahan Susu (Dairy Products)
Produk dairy, seperti susu, keju, dan yogurt, mengandung protein dan fosfor dalam jumlah tinggi.
Kelebihan fosfor dan protein ini dapat membebani ginjal. Beban ini kemudian menyebabkan penumpukan limbah protein dalam darah.
















