Laporan BSI: Pekerja Gen Z di Ambang “Kiamat Kerja”, Prioritas Perusahaan Beralih ke Adopsi Teknologi AI

Studi: Pekerja Gen Z di Ambang "Kiamat Kerja" Imbas AI
Ilustrasi Mencari Lowongan Pekerjaan. Studi: Pekerja Gen Z di Ambang "Kiamat Kerja" Imbas AI. (Dok. Ist)

Pengurangan ini terjadi sebagai dampak dari efisiensi yang dihasilkan dari implementasi alat AI untuk melakukan penelitian atau melaksanakan tugas administratif.

Kondisi ini menempatkan pekerja Gen Z Kiamat Kerja di tengah pasar tenaga kerja yang sedang lesu.

Baca Juga: Saat Dunia Tidur, Gen Z Berkarya: 5 Alasan Mereka Jagoan Tengah Malam

Peringatan dari CEO BSI: Manusia Pendorong Kemajuan

Meskipun lebih dari setengah responden (53 persen) yakin manfaat implementasi AI akan melebihi gangguan yang ditimbulkan pada tenaga kerja, CEO BSI, Susan Taylor Martin, mengingatkan perlunya perspektif jangka panjang.

“AI mewakili peluang besar bagi bisnis secara global, tetapi saat mereka mengejar produktivitas dan efisiensi yang lebih tinggi, kita tidak boleh melupakan bahwa pada akhirnya, manusia lah yang mendorong kemajuan,” ujar Susan Taylor Martin.

Ia menekankan bahwa ketegangan antara potensi AI dan perkembangan tenaga kerja adalah tantangan utama saat ini.

“Diperlukan pemikiran jangka panjang dan investasi dalam tenaga kerja, bersamaan dengan investasi dalam alat AI, untuk memastikan pekerjaan yang berkelanjutan dan produktif,” tambahnya.

Analisis BSI terhadap laporan tahunan perusahaan menunjukkan bahwa kata “otomatisasi” muncul hampir tujuh kali lebih sering daripada “peningkatan keterampilan” atau “pelatihan ulang”. Fakta ini menyoroti fokus bisnis saat ini. Bisnis-bisnis ini mengatakan mereka berinvestasi dalam Adopsi Teknologi AI terutama untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta mengurangi biaya.

Baca Juga: Mengapa Gaji Besar Bukan Lagi Raja? Membedah 4 Alasan Gen Z Lebih Pilih Kerja Sesuai Hati

Meski demikian, sebagian besar ekonom di Inggris, tempat pasar tenaga kerja melambat dalam beberapa bulan terakhir, tidak yakin bahwa masalah pengangguran tersebut berkaitan langsung dengan percepatan investasi dalam AI.

(*Drw)