Ia juga menegaskan akan adanya sistem evaluasi yang ketat terhadap setiap bentuk pelanggaran, sekaligus pemberian penghargaan (reward) bagi petugas yang menunjukkan kinerja terbaik dan berprestasi.
Lebih lanjut, ia menyoroti aspek vital keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja. Ia menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan TNI dan Polri, demi menciptakan situasi yang kondusif di lapangan.
“Aman itu mahal, tapi tidak aman jauh lebih mahal. Laksanakan tugas dan komitmen sebaik-baiknya,” tegas Mashudi menutup arahannya.
Melalui penandatanganan Komitmen Bersama Lapas Pontianak ini, seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Pontianak meneguhkan tekad untuk terus mendukung program reformasi birokrasi.
Baca Juga: Khidmat, Serah Terima Jabatan Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak Jadi Momen Estafet Kepemimpinan
Harapannya, Komitmen Bersama Lapas Pontianak ini dapat berorientasi pada transparansi, integritas, dan peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pemasyarakatan.
(RN)
















