Tanpa pekerjaan, rasa dibutuhkan ini bisa hilang.
Anda mungkin merasa tidak relevan atau tidak memiliki tujuan yang jelas.
Perasaan tidak berguna inilah yang secara psikologis sangat membebani dan bisa bermanifestasi sebagai perasaan sakit atau kurang bersemangat.
3. Kerja Adalah Pusat Koneksi Sosial
Bagi kebanyakan orang dewasa, kantor adalah pusat interaksi sosial utama selain keluarga.
Di sinilah kita bertemu orang baru, berbagi cerita, berkeluh kesah, hingga tertawa bersama rekan kerja.
Kita membangun komunitas dan rasa memiliki (sense of belonging).
Mengapa ‘Demam’ Jika Absen?
Isolasi adalah salah satu pemicu stres yang kuat.
Saat Anda tidak pergi bekerja, Anda kehilangan interaksi sosial harian ini.
Rasa sepi dan terputus dari suku Anda bisa membuat suasana hati menurun drastis, yang seringkali terasa seperti kelelahan fisik atau ‘demam’ rindu.
4. Kerja Memberi Tantangan dan Rasa Pencapaian
Otak kita dirancang untuk menyelesaikan masalah dan belajar hal baru.
Pekerjaan yang baik menyediakan tantangan yang pas tidak terlalu mudah (membosankan) dan tidak terlalu sulit (membuat stres).
Saat Anda berhasil menyelesaikan tugas, presentasi, atau proyek, otak melepaskan dopamin (hormon penghargaan).
Mengapa demam jika Absen?
Tanpa tantangan mental yang teratur, otak bisa merasa tumpul atau bosan.
Kebosanan yang ekstrem membuat kita merasa tidak produktif dan lesu.
Ketiadaan rasa pencapaian harian membuat hari-hari terasa datar, dan tubuh meresponsnya dengan perasaan tidak bertenaga.
Baca Juga: Mengapa Lagu Dangdut Lebih Asyik untuk Temani Pekerjaan?
(*Mira)
















