Ketua Kwarda Pramuka Kalbar, H. Syarif Abdullah Al-Kadrie, dalam sambutannya menegaskan bahwa Gerakan Pramuka sejak awal kelahirannya telah menjadi alat pemersatu bangsa.
“Gerakan Pramuka sejak awal hadirnya telah menjadi alat pemersatu bangsa, menggelorakan semangat perjuangan kaum muda berbagai suku, agama dan bangsa melalui organisasi Kepanduan,” ungkap Syarif Abdullah.
Ia menambahkan, nilai-nilai dialog dan musyawarah sudah tertanam dalam kode moral Pramuka, yakni Dasa Darma keempat.
“Keberagaman yang ada dalam Gerakan Pramuka telah lama menjadi modal pemersatu dalam kegiatan–kegiatan kepramukaan, menjadi pemersatu sesama anggota pramuka bukan alat pemecah belah. Berdialog atau bermusyawarah telah menjadi salah satu kode moral Pramuka Dasa Darma ke empat ‘Patuh dan Suka Bermusyawarah’,” jelasnya.
Acara yang diikuti oleh 45 anggota Pramuka dari Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah ini menghadirkan panelis dari berbagai latar belakang, termasuk Kepala Badan Kesbangpol Kalbar dan Kepala Perwakilan Komnas HAM Kalbar.
Baca Juga: Ukir Sejarah, Kwarda Kalbar Utus 5 Pramuka Berkebutuhan Khusus ke Perkemahan Nasional
Para peserta tidak hanya berdiskusi, tetapi juga mendapat materi tentang keterampilan berdialog, mengenal gaya konflik, hingga praktik langsung.
Lufti berharap, melalui program ini, akan lahir generasi muda yang mampu menjadi penengah di tengah masyarakat.
“Melalui Dialogue For Peace ini diharapkan generasi muda Gerakan Pramuka akan terbentuk sosok Pramuka Duta Perdamaian sebagai Pramuka Dialogis yaitu pribadi yang kesehariannya selalu membuka ruang dialog dengan keterampilan berdialog konstruktif dalam memecahkan masalah sehingga terwujudnya rasa aman damai,” pungkasnya.
(LFH)
















