Edi Kamtono mengatakan, kegiatan olahraga seperti ini sangat penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Car Free Day bukan sekadar ruang tanpa kendaraan, tapi juga wadah interaksi sosial dan promosi gaya hidup sehat. Melalui kegiatan ini, kita ingin menghidupkan kembali semangat sportivitas dan kebugaran di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tenis meja memiliki banyak peminat di Pontianak. Oleh karena itu, Pemkot berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa agar dapat melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi.
“Kita ingin olahraga menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Dengan sering diadakan event seperti ini, diharapkan muncul atlet-atlet tenis meja muda yang bisa berprestasi di tingkat daerah bahkan nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kota Pontianak, Kresna Kusuma Negara, menjelaskan bahwa acara ini adalah ajang pemanasan sekaligus sosialisasi untuk menunjukkan eksistensi komunitas tenis meja di Pontianak.
Baca Juga: Semarak Hari Jadi ke-254 Pontianak: Ratusan Anak Unjuk Kreativitas di Lomba Mewarnai
“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai ajang pemanasan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat bahwa tenis meja di Pontianak memiliki komunitas yang aktif dan berkembang,” jelasnya.
Konsep penyelenggaraan Kejuaraan Tenis Meja Pontianak di area CFD terbukti efektif menarik minat warga.
“Dengan konsep seperti ini, olahraga tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang eksklusif, tapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban Pontianak. Kita ingin menumbuhkan semangat bahwa olahraga itu menyenangkan dan bisa dilakukan siapa saja,” pungkas Kresna.
(*Red/Prokopim)
















