Ratusan Pesepeda Tempuh Rute 254 Km, Meriahkan HUT ke-254 Pontianak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengibaskan bendera start menandai dimulainya Happy Cycling dalam rangka Hari Jadi ke-254 Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengibaskan bendera start menandai dimulainya Happy Cycling dalam rangka Hari Jadi ke-254 Pontianak. Foto: HO/Faktakalbar.id

Wali Kota Edi Kamtono mengungkapkan, ajang Happy Cycling HUT Pontianak ini merupakan agenda tahunan sebagai wujud partisipasi aktif masyarakat dalam merayakan ulang tahun kota.

“Alhamdulillah, setiap tahun kegiatan ini terus berkembang dan jumlah pesertanya semakin meningkat. Ke depan, kita akan menjadikannya agenda yang lebih besar lagi,” ujarnya usai melepas para peserta.

Edi berharap, semangat dari kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak warga untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup, sekaligus mendukung visi Pontianak sebagai Sport City dan Sport Tourism City.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, menambahkan bahwa antusiasme tinggi dari para peserta menjadi bukti semangat dan kecintaan warga terhadap kotanya.

“Kegiatan ini terbagi dalam dua kategori, yaitu rute sejauh 254 kilometer dan 25,4 kilometer. Untuk kategori 25,4 kilometer diikuti sebanyak 118 peserta, sedangkan kategori 254 kilometer diikuti 138 peserta,” jelasnya.

Menurut Rizal, acara ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana untuk mempererat silaturahmi antar komunitas dan memperkenalkan Pontianak sebagai kota yang ramah bagi pesepeda.

Baca Juga: Pemkot Pontianak Resmi Luncurkan Logo Hari Jadi ke-254, Hasil Sayembara Nasional

Semangat serupa juga dirasakan oleh para peserta. Miftah, salah satu anggota komunitas sepeda, mengaku sangat senang bisa berpartisipasi.

“Selain berolahraga, kegiatan ini juga menjadi ajang kumpul bagi para pesepeda dari berbagai komunitas. Jarak tempuhnya lumayan menantang, tapi suasananya sangat meriah dan penuh kebersamaan,” sebutnya.

Bagi peserta lain, ajang Happy Cycling HUT Pontianak ini lebih dari sekadar mengayuh sepeda, tetapi menjadi cara untuk mengungkapkan rasa cinta kepada kota.

“Kita bisa lihat semangat peserta luar biasa. Ini kegiatan positif yang perlu terus dilanjutkan setiap tahun,” pungkas Rina, peserta lainnya.

(*Red)