Peringkat 4 Dunia, Angka Kemiskinan Indonesia Capai 60,3% Versi Bank Dunia. Kenapa Beda Jauh dengan Data BPS?

"Angka kemiskinan Indonesia jadi sorotan, menempati peringkat 4 dunia dengan 60,3% menurut Bank Dunia. Kenapa data ini berbeda jauh dengan BPS? Simak penjelasannya."
Angka kemiskinan Indonesia jadi sorotan, menempati peringkat 4 dunia dengan 60,3% menurut Bank Dunia. Kenapa data ini berbeda jauh dengan BPS? Simak penjelasannya. (Dok. Ist)

Sementara itu, angka 60,3% berasal dari laporan Bank Dunia yang menggunakan standar untuk negara berpendapatan menengah ke atas (upper-middle income country), yaitu $6,85 per kapita per hari (sekitar Rp100.000).

Dengan standar internasional ini, Bank Dunia tidak hanya menghitung mereka yang berada dalam kemiskinan ekstrem, tetapi juga kelompok masyarakat yang sangat rentan jatuh miskin.

Mereka adalah kelompok yang hidup sedikit di atas garis kemiskinan nasional, namun belum memiliki ketahanan ekonomi yang kuat untuk menghadapi guncangan seperti kehilangan pekerjaan atau krisis kesehatan.

Dalam peringkat tersebut, Indonesia berada di bawah Afrika Selatan (63,4%), Namibia (62,5%), dan Botswana (61,9%).

Meskipun angka kemiskinan versi BPS menunjukkan tren penurunan, data Bank Dunia ini menjadi pengingat penting bahwa masih ada sebagian besar masyarakat Indonesia yang hidup dalam kerentanan.

Sebagaimana semangat Hari Internasional Pemberantasan Kemiskinan, upaya mengakhiri kemiskinan bukan hanya soal statistik, melainkan tentang menegakkan martabat dan keadilan bagi semua.

Baca Juga: Indonesia Masuk 5 Besar Negara dengan Populasi Kumuh Terbanyak di Dunia

(*Mira)