Bukunya yang terbit pada 2018 merupakan catatan jujur perbincangannya dengan psikiater saat ia berjuang melawan distimia, sebuah gangguan depresi kronis.
Buku tersebut mendapat sambutan luar biasa dan menjadi buku terlaris, tidak hanya di Korea tetapi juga di panggung internasional.
Karyanya telah diterjemahkan ke lebih dari 25 negara, termasuk Indonesia.
“Bahkan dalam berbagai bahasa dan budaya, saya menyadari bahwa perasaan ‘sakit hati’ sama di mana-mana,” kata Baek Se-hee dalam sebuah wawancara mengenai penerimaan global atas karyanya.
Kesuksesan buku pertamanya diikuti oleh jilid kedua pada 2023 dan sebuah novel fiksi berjudul A Will from Barcelona yang rilis pada Juni 2025 lalu.
“Ia ingin menulis, berbagi isi hatinya dengan orang lain melalui karyanya, dan menginspirasi harapan,” ungkap adik perempuan Baek Se-hee dalam sebuah pernyataan, mengenang semangat mendiang kakaknya.
Baca Juga: Krisis Kemanusiaan Nigeria: 52.250 Umat Kristen Dibunuh Sejak 2009
(*Mira)
















