Ironisnya, kebijakan sekolah ini mengancam masa depan seorang siswa yang memiliki catatan akademik cemerlang sejak awal masuk.
Kepala Sekolah, Sugiri, membenarkan adanya kebijakan tersebut yang disebutnya sebagai arahan dari yayasan karena kondisi keuangan yang sulit.
Sementara itu, Dinas Pendidikan setempat menyatakan akan menindaklanjuti kasus ini untuk memastikan hak pendidikan H tetap terpenuhi.
Baca Juga: Fenomena Orang Tua Lapor Guru Saat Anak Dihukum: Berkaitan Luka Batin Masa Sekolah
(*Mira)















