Makanan dan minuman ini sulit dicerna dan dapat memicu iritasi lebih lanjut pada usus.
Sebaliknya, pilihlah makanan yang lembut dan mudah dicerna.
Metode yang populer adalah diet BRAT, yang merupakan singkatan dari Banana (Pisang), Rice (Nasi), Applesauce (Saus Apel), dan Toast (Roti Panggang).
Makanan ini rendah serat sehingga dapat membantu memadatkan kembali tinja. Anda bisa mulai makan dalam porsi kecil namun sering agar usus tidak kaget.
Ketika kondisi mulai membaik, Anda bisa perlahan-lahan kembali ke pola makan normal.
3. Istirahat yang Cukup dan Pantau Gejala
Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi dan memulihkan diri.
Oleh karena itu, istirahat yang cukup sangat penting saat Anda mengalami diare.
Kurangi aktivitas fisik yang berat dan biarkan tubuh Anda fokus pada proses penyembuhan.
Sambil beristirahat, penting untuk terus memantau gejala yang ada.
Diare pada umumnya akan membaik dalam beberapa hari dengan penanganan di rumah.
Namun, Anda harus segera mencari pertolongan medis jika diare disertai dengan demam tinggi, ada darah pada tinja, sakit perut yang hebat, atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat seperti mulut sangat kering, tidak buang air kecil selama berjam-jam, dan rasa pusing atau lemas yang ekstrem.
Dengan melakukan tiga langkah sederhana ini, Anda bisa menangani diare ringan secara efektif di rumah dan mempercepat proses pemulihan.
Baca Juga: Fakta atau Mitos: Boleh Tidaknya Mandi Saat Demam?
(*Mira)
















