Vertigo Sering Kambuh Tiba-Tiba? Kenali 4 Kemungkinan Penyebab Utamanya

"Mengapa vertigo sering kambuh secara tiba-tiba? Kenali 4 kemungkinan penyebab utamanya, mulai dari masalah di telinga dalam seperti BPPV hingga migrain vestibular."
Mengapa vertigo sering kambuh secara tiba-tiba? Kenali 4 kemungkinan penyebab utamanya, mulai dari masalah di telinga dalam seperti BPPV hingga migrain vestibular. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Dunia yang tiba-tiba terasa berputar hebat, mual, dan kehilangan keseimbangan adalah pengalaman menakutkan yang dialami penderita vertigo.

Bagi sebagian orang, serangan ini tidak hanya datang sekali, tetapi bisa kambuh kembali tanpa peringatan.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup.

Memahami mengapa vertigo bisa kambuh adalah langkah pertama untuk bisa mengelolanya dengan lebih baik.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik dan Jauh dari Obat

Vertigo sendiri bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis lain yang mendasarinya.

Berikut adalah empat alasan paling umum di balik serangan vertigo yang datang tiba-tiba.

1. BPPV (Vertigo Posisi Paroksismal Jinak)

Ini adalah penyebab paling umum dari vertigo kambuhan.

BPPV terjadi ketika kristal kalsium kecil (disebut otoconia) di telinga dalam lepas dari tempatnya dan berpindah ke bagian lain, yaitu kanalis semisirkularis.

Perpindahan ini mengirimkan sinyal yang salah ke otak tentang posisi kepala, sehingga memicu sensasi berputar.

Serangan BPPV biasanya singkat, sering kali berlangsung kurang dari satu menit. ]

Pemicu khasnya adalah perubahan posisi kepala yang spesifik, seperti saat berguling di tempat tidur, bangun dari posisi tidur, menunduk untuk mengambil sesuatu, atau ketika mendongakkan kepala.

Karena kristal ini bisa kembali bergeser, BPPV dapat kambuh sewaktu-waktu.

2. Penyakit Meniere

Penyakit Meniere adalah gangguan kronis pada telinga dalam yang disebabkan oleh penumpukan cairan (endolymph).

Tekanan akibat penumpukan cairan ini mengganggu sinyal keseimbangan dan pendengaran yang dikirim ke otak.

Penyakit ini bersifat episodik, artinya gejalanya datang dan pergi.