Diduga untuk Tambang Ilegal, Sopir Truk di Sekadau ‘Dikorbankan’ SPBU Rawak

"Sopir di Sekadau merasa 'dikorbankan' karena SPBU Rawak diduga lebih memprioritaskan suplai BBM untuk tambang emas ilegal, membuat mereka kesulitan mendapatkan solar."
Sopir di Sekadau merasa 'dikorbankan' karena SPBU Rawak diduga lebih memprioritaskan suplai BBM untuk tambang emas ilegal, membuat mereka kesulitan mendapatkan solar. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SEKADAU – Para sopir ekspedisi di Kecamatan Rawak, Kabupaten Sekadau, merasa dikorbankan oleh praktik culas salah satu SPBU setempat.

Mereka menuding kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex sengaja diciptakan karena SPBU lebih memprioritaskan suplai diduga untuk aktivitas tambang emas ilegal.

Deby, seorang sopir, mengaku setiap hari menyaksikan antrean jeriken berukuran besar dibagian belakang SPBU.

Akibatnya, ia dan rekan-rekannya yang merupakan konsumen sah sering kali tidak kebagian jatah BBM untuk bekerja.

Baca Juga: Jual Motor Curian di Facebook, Pemuda Sintang Diringkus di Sekadau

“Kami sopir ekspedisi sering kehabisan BBM, padahal Dex itu kan untuk kami, bukan buat tambang,” keluhnya Rabu, (8/10).

Menurutnya, praktik ini terkesan terorganisir dan dibiarkan tanpa pengawasan.

Ia bahkan curiga ada oknum aparat yang terlibat karena aktivitas ilegal tersebut berjalan begitu lancar dan terbuka.

“Kalau aparat dan pengawas SPBU tidak tahu, mustahil,” ujarnya.

Praktik pengisian BBM menggunakan jeriken untuk industri, khususnya tambang ilegal, jelas melanggar sejumlah aturan, termasuk UU Migas dan Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014.

Pelanggaran ini tidak hanya merugikan konsumen umum seperti sopir, petani, dan nelayan, tetapi juga berpotensi merugikan negara.

Warga berharap aparat penegak hukum, mulai dari Polres Sekadau hingga Dinas ESDM, dapat segera menindak tegas praktik ilegal ini.

“Kami cuma mau beli BBM untuk kerja, bukan bersaing sama mafia jeriken,” pungkas Deby.

Pihak manajemen SPBU terkait belum memberikan komentar hingga kini.

Baca Juga: Usai Viral Video IGD Kosong, Direktur RSUD Sekadau Sampaikan Maaf dan Akui Kelalaian Petugas

(*Mira)