Warga yang sebelumnya mengandalkan feri sebagai jalur alternatif kini harus menghadapi kepadatan lalu lintas.
Menanggapi keluhan ini, Trisna Ibrahim dari Dishub Kota Pontianak menyatakan bahwa penghentian operasional murni disebabkan oleh faktor teknis dan perawatan demi keselamatan penumpang.
“Hanya kendala teknis. KSOP sebagai pihak yang mengeluarkan izin tidak mau sembarangan. Waktunya memang harus maintenance, itu dalam rangka keselamatan,” ujar Trisna pada Sabtu (11/10/2025).
Ia menambahkan, proses perawatan kali ini memakan waktu lebih lama dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh antrean panjang di dok atau perusahaan yang menangani perbaikan kapal.
“Sekarang perusahaan yang melakukan maintenance itu panjang antriannya, tidak seperti dulu. Jembatan Nusantara baru dapat giliran, sekarang mungkin dalam penyelesaian tahap akhir,” katanya.
Trisna memberikan kabar baik bagi warga yang menantikan kembalinya feri tersebut.
Ia memperkirakan layanan akan kembali normal setelah proses perawatan dinyatakan selesai dan aman.
“Mungkin dalam satu atau dua minggu sudah beroperasional kembali. Kami masih menunggu laporan dari manajer Jembatan Nusantara,” jelasnya.
Sambil menunggu, ia menyarankan warga untuk tetap menggunakan jalur alternatif yang ada.
“Sementara ini memang padat, tapi masih ada alternatif lewat Jembatan Duplikasi,” tambahnya.
(*Mira)
















