Serangan Udara di Papua: TPNPB Klaim Militer Indonesia Gunakan Pesawat Tempur ‘Pembunuh’ Super Tucano

Pesawat tempur Super Tucano milik TNI Angkatan Udara yang diklaim TPNPB digunakan dalam serangan di Kiwirok. (Dok. TNI AU via tni-au.mil.id)
Pesawat tempur Super Tucano milik TNI Angkatan Udara yang diklaim TPNPB digunakan dalam serangan di Kiwirok. (Dok. TNI AU via tni-au.mil.id)

Baca Juga: Geger di Monas, Kapal Selam Tanpa Awak Canggih Indonesia Unjuk Gigi

“Penggunaan senjata berat hasil pembelian dari Brazil, Serbia, Inggris, Spanyol, Australia, dan negara-negara lain di dunia juga telah dilakukan oleh militer pemerintah Indonesia dalam melancarkan serangan melawan pasukan TPNPB yang bermodalkan hanya senjata terbatas,” tambahnya.

TPNPB mengimbau Presiden Prabowo Subianto untuk mematuhi aturan hukum humaniter.

Selain itu, Indonesia juga diminta membekali anggotanya dengan aturan hukum dan HAM agar dapat membedakan warga sipil dari anggota TPNPB, sehingga warga tidak menjadi sasaran penangkapan, penyiksaan, penembakan, dan pembunuhan.

Indonesia sendiri diketahui membeli 16 unit pesawat Super Tucano dari Brazil. Pesawat EMB-314 ini ideal untuk misi kontra-pemberontakan, patroli perbatasan, dan dukungan udara jarak dekat.

Super Tucano dapat terbang hingga 8 jam, lepas landas di landasan tidak beraspal, serta dilengkapi dua senapan mesin kaliber 12,7 mm dan mampu membawa muatan tempur hingga 1.500 kg, termasuk roket, bom konvensional, bom pintar, dan rudal.

(ra)