Reformasi Polri Bergulir, Heboh Lagi Beredar Video Petinggi Polda Kalbar Rayakan Kemenangan dengan Terduga Raja Tambang Ilegal

AS, yang disebut-sebut sebagai 'raja tambang ilegal' Kalbar, berbaur dengan petinggi kepolisian dalam acara perayaan kemenangan klub voli Bhayangkara Presisi. Kehadirannya memicu kontroversi di tengah isu reformasi Polri. (Dok. Faktakalbar.id)
AS, yang disebut-sebut sebagai 'raja tambang ilegal' Kalbar, berbaur dengan petinggi kepolisian dalam acara perayaan kemenangan klub voli Bhayangkara Presisi. Kehadirannya memicu kontroversi di tengah isu reformasi Polri. (Dok. Faktakalbar.id)

Senjawati, mahasiswa S2 Di yogjakarta asal Kalimantan Barat, yang pada saat itu menyaksikan langsung pertandingan partai final tersebut, mengaku kaget melihat sosok yang selama ini dikenal di kampung halamannya sebagai pengusaha emas diduga ilegal ini bisa duduk berdampingan dengan pejabat tinggi Polda.

“Saya heran, AS Yang sudah bukan rahasia umum lagi dikenal masyarakat Kalbar sebagai raja tambang diduga ilegal, malah bisa berbaur dengan petinggi kepolisian. Kok bisa? Pantas saja dia kebal hukum,” ujar Senjawati kepada Fakta Kalbar (jumat, 26/9).

Menurutnya, kondisi ini menegaskan jurang ketidakadilan hukum di Indonesia.

Baca Juga: Jaksa Agung: Tambang Timah Ilegal di Laut Mulai Menggila, Satgas Permanen Mendesak!

“Rakyat kecil kalau salah sedikit langsung ditangkap polisi. Tapi mafia kakap malah dijadikan teman akrab. Jangan-jangan dia ikut membiayai acara dan akomodasi pejabat di Yogyakarta itu. Bagaimana rakyat bisa percaya kepolisian kalau seperti ini?” katanya.

Kehadiran AS di tengah pejabat tinggi Polri memicu reaksi negatif warga Kalbar di tengah bergulirnya reformasi kepolisian.

Peristiwa ini seakan membenarkan tudingan selama ini tentang kedekatan para mafia tambang dengan aparat penegak hukum, bahkan hingga ke pucuk pimpinan.

Fakta Kalbar mencoba meminta konfirmasi langsung kepada AS pada Minggu, 28 September 2025, mengenai hubungannya dengan pejabat tinggi Polda Kalbar sehingga bisa berada di tempat khusus tersebut, serta tanggapannya atas tudingan sebagai mafia tambang.

Namun hingga berita ini diturunkan, AS tidak memberikan jawaban, meski pesan yang dikirim terlihat terkirim dan sudah dibaca.

(*red)