Hingga kini, ibu kandung bayi tersebut masih dalam kondisi trauma sehingga belum dapat memberikan keterangan secara mendalam mengenai alasannya membuang darah dagingnya sendiri.
Kasus ini terungkap setelah warga, Pardi dan Holiyeh, menemukan bayi malang tersebut karena mendengar suara tangisannya.
Penemuan ini segera menggerakkan aparat kepolisian dari Polres Kubu Raya dan Polsek Batu Ampar yang berhasil mengidentifikasi serta menangkap para terduga pelaku berkat informasi dari warga dan tenaga kesehatan setempat.
Publik kini menantikan kelanjutan proses hukum terhadap kedua orang tua bayi tersebut, sembari berharap sang bayi dapat sepenuhnya pulih dan mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Jurnalis Mandek, Kinerja Polres Kubu Raya Dipertanyakan
(*Mira)
















