Harga Minyakita Meroket, KSP dan Kemendag Kompak Salahkan Distribusi BUMN

Harga Minyakita terpantau stabil mahal di atas HET yang ditetapkan pemerintah. (Dok. Ist)
Harga Minyakita terpantau stabil mahal di atas HET yang ditetapkan pemerintah. (Dok. Ist)

“Mungkin perlu peningkatan pasokan Minyakita dari produsen kepada BUMN pangan. Saat ini angkanya baru 8 persen, mungkin bisa ditingkatkan di angka 20 persen-30 persen.” Senada dengan KSP, pihak Kementerian Perdagangan juga menyoroti masalah distribusi.

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, mencatat harga rata-rata Minyakita selama lima bulan terakhir berada di level Rp16.600 hingga Rp16.700 per liter.

Baca Juga: Lonjakan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Dongkrak Surplus Perdagangan Indonesia

Nawandaru secara spesifik membongkar minimnya penyaluran Minyakita oleh Perum Bulog ke pasar rakyat yang menjadi titik pantau utama pemerintah.

Menurutnya, pasokan dari Bulog justru lebih banyak mengalir ke distributor tingkat dua (D2).

“Kami melihat pada proporsi distribusi minyak goreng Bulog ke pasar rakyat yang menjadi pantauan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok) ini sangat kecil. Hanya 5,3 persen, padahal ini adalah andalan kami … Ini bagian dari kita ke depan perlu mendorong juga atensi dari Perum Bulog untuk bisa meningkatkan pasokannya kepada pasar rakyat,” tegasnya.

(ra)