Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Flu atau influenza sering dianggap sebagai penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya.
Namun, flu sebenarnya terbagi menjadi beberapa jenis virus dengan karakteristik yang berbeda.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat empat tipe virus influenza: A, B, C, dan D. Dari keempatnya, influenza A dan influenza B adalah dua Jenis-jenis Virus Influenza yang paling sering menyerang manusia dan menyebabkan flu musiman setiap tahun.
Memahami Perbedaan Influenza A dan B sangat penting untuk mengetahui potensi penyebarannya.
Virus ini menular dengan sangat mudah melalui percikan air liur dari batuk atau bersin.
Influenza A: Pemicu Pandemi dan Menular Lintas Spesies
Influenza A dikenal sebagai jenis flu yang paling umum. Virus ini juga berpotensi paling tinggi menimbulkan wabah besar atau bahkan pandemi.
Salah satu ciri khasnya adalah kemampuan menginfeksi manusia dan juga hewan, seperti burung dan babi.
Karena struktur genetiknya mudah berubah, virus ini bisa bermutasi dengan cepat. Hal ini membuatnya sulit diprediksi dan menjadi alasan mengapa vaksin flu perlu diperbarui setiap tahun.
Virus influenza A memiliki dua protein permukaan utama, yaitu hemagglutinin (H) dan neuraminidase (N). Kombinasi protein ini menentukan subtipe virus.
Baca Juga: Waspada! Ini Ciri-Ciri DBD yang Seringkali Muncul Tanpa Disadari
Sejumlah pandemi besar di dunia disebabkan oleh jenis Influenza A:
- Flu Spanyol (H1N1) pada 1918
- Flu Asia (H2N2) pada 1957
- Flu Hong Kong (H3N2) pada 1968
- Flu Burung (H5N1) pada 2004
- Flu Babi (H1N1) pada 2009
Influenza B: Hanya Menyerang Manusia
Berbeda dari influenza A, virus influenza B hampir hanya ditemukan pada manusia. Virus ini juga dapat menyebabkan flu musiman.
Namun, umumnya tidak menimbulkan pandemi besar karena tidak menular lintas spesies (dari hewan ke manusia).
















