Pencarian Berakhir, 7 Korban Tewas di Tambang Freeport Grasberg Berhasil Dievakuasi

Tim tanggap darurat PT Freeport Indonesia saat melakukan proses evakuasi salah satu korban yang terjebak luncuran material basah di area tambang Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura, Mimika. (Dok. PT Freeport Indonesia)
Tim tanggap darurat PT Freeport Indonesia saat melakukan proses evakuasi salah satu korban yang terjebak luncuran material basah di area tambang Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura, Mimika. (Dok. PT Freeport Indonesia)

Faktakalbar.id, MIMIKA – Tim tanggap darurat PT Freeport Indonesia (PTFI) telah berhasil mengevakuasi seluruh jenazah pekerja yang menjadi korban dalam insiden luncuran material basah di area tambang Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura, Mimika.

Proses evakuasi yang memakan waktu beberapa pekan ini berakhir setelah total tujuh pekerja yang terjebak ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Longsor di Tambang Freeport, Proses Evakuasi Tujuh Karyawan Masih Berlangsung Alot

Perkembangan terbaru datang setelah tim menemukan lima jenazah terakhir. Menurut keterangan Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, kelima jenazah tersebut telah dibawa ke Timika untuk proses identifikasi lebih lanjut dan pemulangan.

“Semuanya sudah dibawa ke Timika tadi pagi. Satu orang dikubur di Kuala Kencana, sedangkan empat orang diterbangkan ke Jakarta hari ini juga,” kata Iptu Firman saat dikonfirmasi pada Senin (6/10/2025).

Lebih lanjut, Iptu Firman merinci identitas empat jenazah yang dipulangkan ke Jakarta, yaitu Victor Manuel Bastida Ballesteros (pekerja ekspatriat asal Chili), Balisang Telile (pekerja ekspatriat asal Afrika), Holong Gembira Silaban, dan Dadang Hermanto. Sementara itu, satu jenazah lainnya, Zaverius Magai, dimakamkan di Kuala Kencana, Mimika.

Diketahui, kelima pekerja tersebut merupakan karyawan dari PT Redpath Indonesia, perusahaan kontraktor yang beroperasi di area tambang bawah tanah PT Freeport.