Salah seorang demonstran mengungkapkan dampak dari gas air mata yang ditembakkan.
“Kami mengalami sedikit sesak napas karena terlalu banyak menghirup gas air mata dari petugas.” ujarnya.
Di tengah aksi, para demonstran juga membentangkan spanduk berisi tuntutan mereka di atas gerbang perusahaan.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Kerugian Negara Rp300 Triliun Akibat Tambang Ilegal
Sayangnya, di balik tercapainya kesepakatan harga timah ditetapkan, aksi ini menyisakan kerusakan yang signifikan.
Sejumlah fasilitas umum di sepanjang Jalan Jendral Sudirman menjadi korban, termasuk pot-pot tanaman hias di median jalan yang hancur.
Pagar besi milik PT Timah juga dilaporkan roboh hingga menimpa trotoar, menimbulkan keprihatinan bagi warga sekitar yang tidak terlibat dalam unjuk rasa tersebut.
(*Red)
















