Bukan Hamil, 5 Alasan Siklus Menstruasimu Berantakan

"Siklus menstruasi berantakan tapi tes negatif? Jangan panik. Kenali 5 penyebab siklus menstruasi tidak teratur selain kehamilan, mulai dari stres hingga kondisi medis."
Siklus menstruasi berantakan tapi tes negatif? Jangan panik. Kenali 5 penyebab siklus menstruasi tidak teratur selain kehamilan, mulai dari stres hingga kondisi medis. (Dok. Ist)

3. Perubahan Berat Badan yang Signifikan

Berat badan memiliki kaitan erat dengan produksi hormon.

Kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis dalam waktu singkat dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Sel-sel lemak dalam tubuh berperan dalam memproduksi estrogen.

Jika berat badan turun drastis, produksi estrogen bisa berkurang dan menyebabkan menstruasi berhenti.

Sebaliknya, kelebihan berat badan dapat menyebabkan produksi estrogen berlebih yang juga mengganggu keteraturan siklus.

4. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa masalah kesehatan dapat menjadi penyebab utama dari siklus menstruasi yang tidak teratur.

Kondisi medis yang paling umum meliputi Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), yaitu sebuah kondisi hormonal yang menyebabkan ovarium membesar dengan kista-kista kecil di bagian luarnya dan ditandai siklus haid yang sangat tidak teratur.

Selain itu, gangguan tiroid seperti kelenjar yang terlalu aktif (hipertiroidisme) atau kurang aktif (hipotiroidisme) juga dapat mengacaukan siklus menstruasi.

5. Penggunaan Alat Kontrasepsi atau Obat-obatan

Memulai, menghentikan, atau mengganti metode kontrasepsi hormonal seperti pil KB, suntik, atau IUD hormonal dapat memengaruhi siklus Anda.

Biasanya, tubuh memerlukan beberapa bulan untuk beradaptasi.

Selain itu, beberapa jenis obat-obatan lain yang tidak terkait langsung dengan hormon, seperti antidepresan atau obat tekanan darah, juga dapat memberikan efek samping berupa perubahan pada siklus menstruasi.

Jika siklus menstruasi Anda terus-menerus tidak teratur selama lebih dari tiga bulan berturut-turut, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli ginekologi untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Nyeri Datang Bulan? 7 Langkah Pertolongan Pertama yang Bisa Kamu Lakukan!

(*Mira)