Ia menyoroti kondisi kolom utama bangunan yang tidak patah saat ambruk, melainkan melengkung membentuk huruf U.
“Secara standarnya, apabila sebuah bangunan mengalami kegagalan konstruksi, harusnya dia (kolom) patah. Bukan melengkung,” tegas Emi.
Menurutnya, kondisi ini menandakan elastisitas material yang sangat tinggi, sebuah anomali untuk struktur penyangga yang seharusnya kaku dan kuat.
“Artinya kalau kita melihat ini adalah elastisitasnya sangat tinggi,” tambahnya.
Kemampuan konstruksi untuk melengkung alih-alih patah menunjukkan bahwa bangunan tersebut tidak mampu menahan bebannya sendiri secara semestinya.
Kesimpulan para ahli seragam: seluruh struktur penyangga bangunan gagal total dalam memberikan sanggahan.
“Hasil analisis dari ITS, ini semua sudah kegagalan struktur. Struktur penyangga semua totally collapse atau gagal total,” pungkas Emi.
(*Mira)
















