Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Di tengah masyarakat Indonesia, ramuan jeruk nipis yang dicampur dengan kecap manis adalah salah satu resep turun-temurun yang paling populer untuk mengatasi batuk.
Ketika batuk mulai mengganggu, banyak orang tua akan menyarankan ramuan sederhana ini sebelum beralih ke obat-obatan medis.
Namun, pertanyaannya adalah, apakah metode ini benar-benar efektif secara ilmiah, atau hanya mitos yang terus dilestarikan?
Mari kita bedah faktanya dari dua komponen utamanya.
Baca Juga: Tiga Langkah Efektif Mengatasi Sesak Napas Akibat Batuk
Peran Jeruk Nipis
Jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) sudah lama dikenal kaya akan vitamin C.
Vitamin ini merupakan antioksidan kuat yang berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Saat tubuh terserang infeksi yang menyebabkan batuk, sistem imun yang kuat sangat diperlukan untuk melawannya.
Selain itu, sifat asam pada jeruk nipis diyakini dapat membantu mengencerkan dahak (ekspektoran alami), sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.
Sensasi segarnya juga dapat memberikan kelegaan sementara pada tenggorokan yang gatal dan meradang.
Beberapa penelitian awal juga menunjukkan bahwa minyak esensial dari kulit jeruk nipis memiliki sifat antibakteri, meskipun konsentrasinya dalam perasan airnya mungkin tidak signifikan untuk pengobatan.
Peran Kecap Manis
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa fungsi kecap manis dalam ramuan ini? Dari sisi medis, kecap manis sebenarnya tidak memiliki komponen aktif untuk menyembuhkan batuk.
Perannya lebih bersifat mekanis dan psikologis.
















