“Harapan Kami Semakin Tipis”: Kisah Keajaiban Alfatih, Santri yang Bertahan 70 Jam di Bawah Puing Al Khoziny

"Ayah Alfatih (14) menceritakan tipisnya harapan setelah putranya hilang selama tiga hari di reruntuhan Ponpes Al Khoziny. Sebuah keajaiban terjadi saat Alfatih ditemukan selamat setelah 70 jam."
Ayah Alfatih (14) menceritakan tipisnya harapan setelah putranya hilang selama tiga hari di reruntuhan Ponpes Al Khoziny. Sebuah keajaiban terjadi saat Alfatih ditemukan selamat setelah 70 jam. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Tiga hari penuh ketidakpastian hampir memupuskan harapan Abdul Hannan. Putranya, Alfatih Cakra Buana (14), hilang di antara puing-puing musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang ambruk.

Namun, sebuah keajaiban datang di batas akhir waktu kritis.

“Anak saya dievakuasi di masa akhir golden time dan bertahan selama 70 jam. Artinya jika selepas itu tidak ditemukan, harapan kami semakin tipis,” ungkap Hannan saat ditemui di kediamannya di Bangkalan, Sabtu (4/10/2025).

Alfatih adalah salah satu santri yang menjadi korban saat musala tiga lantai di pondoknya runtuh ketika salat Asar.

Baca Juga: Korban Jiwa Ambruknya Musala Al Khoziny Sidoarjo Mencapai 37 Orang, 26 Santri Masih Hilang

Selama tiga hari, namanya tidak ada dalam daftar korban yang berhasil dievakuasi.

Tim penyelamat baru menemukannya pada Kamis malam, tepat di penghujung jam-jam krusial untuk bertahan hidup.