Warga menuntut adanya solusi nyata, seperti penyediaan kontainer sampah berkapasitas besar dan jadwal pengangkutan yang rutin, bukan sekadar pembiaran yang membuat kota terkesan kumuh.
Publik kini menunggu respons pemerintah daerah atas “tamparan” keras dari warganya sendiri.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Rumah Kos di Sintang, Satu Motor Ludes Terbakar
(*Mira)
















