Perkuat Status Pontianak Kota Pelajar, Wako Edi: Mahasiswa Adalah Mesin Ekonomi Baru

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan sambutan di hadapan para mahasiswa Universitas PGRI
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan sambutan di hadapan para mahasiswa Universitas PGRI. Foto: HO/Faktakalbar.id

Pemkot, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pihak universitas untuk menciptakan lingkungan yang kondusif.

“Untuk Kota Pontianak, kita akan terus memberi dukungan, terutama dari sisi infrastruktur yang menunjang kegiatan universitas. Pemerintah juga akan berkolaborasi menjaga iklim akademik yang kondusif agar ekosistem kota semakin positif,” ujar Edi Kamtono.

Di hadapan 1.982 mahasiswa baru Universitas PGRI, Edi mengingatkan pentingnya proses adaptasi di lingkungan kampus.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Pemkot Pontianak Lantik Dewan Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Wadah Partisipasi Publik

Mengusung tema Inovatif, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global, ia mendorong para mahasiswa untuk aktif menempa diri.

“Kalau sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan dan sesama teman, maka setiap persoalan akan lebih mudah diselesaikan. Hal ini menjadi bekal untuk menimba ilmu dan meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan ke depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, generasi muda saat ini adalah calon pemimpin yang akan mewujudkan target Indonesia Emas 2045.

Dengan potensi sumber daya alam Kalbar yang melimpah, dibutuhkan sumber daya manusia yang produktif dan mampu bersinergi.

“Peluang ke depan semakin kompetitif. Tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan individu. Harus kolaboratif, bersinergi dengan sesama agar bisa mewujudkan mimpi besar,” tegasnya.

Selain penguasaan ilmu pengetahuan sesuai bidang studi, Wali Kota juga berpesan agar mahasiswa membekali diri dengan kemampuan bahasa asing dan memanfaatkan media sosial secara cerdas untuk hal-hal positif.

Baca Juga: Sekda Pontianak Raih Gelar Doktor: Pendidikan Adalah Investasi Jangka Panjang

Kemampuan ini dinilai krusial agar dapat bersaing di tingkat global.

“Jadilah pelajar yang haus akan ilmu, jangan takut gagal. Dari kegagalan kita belajar untuk bangkit. Aktiflah dalam organisasi, jadilah agen perubahan bagi masa depan Pontianak, Kalimantan Barat, dan Indonesia,” tutupnya.

(*Red/Kominfo)