Ia kemudian membuat analogi dengan industri penerbangan untuk menegaskan argumennya.
Menurutnya, meskipun angka kecelakaan pesawat sangat kecil dibandingkan total penerbangan harian di seluruh dunia, satu insiden saja sudah cukup untuk menimbulkan kehebohan besar.
“Tapi kan juga jutaan pesawat terbang di dunia ini lalu lalang setiap hari, kecelakaan satu aja tidak sampai 0,001 persen, orang ribut. Karena itu menyangkut nyawa, menyangkut kesehatan,” tegasnya.
Mahfud, yang cucunya juga menjadi korban dalam insiden serupa di Yogyakarta, mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi mendalam terhadap tata kelola program MBG.
“Ini bukan persoalan angka, ini harus diteliti lagi apa masalahnya,” imbuh Mahfud.
Baca Juga: Buntut Kasus Keracunan, BGN Nonaktifkan Sementara 56 SPPG
(*Mira)
















