Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernah merasa pusing, mata lelah, hingga mual setelah berjam-jam bekerja di depan laptop? Anda tidak sendirian.
Sensasi tidak nyaman ini adalah keluhan umum di era digital dan memiliki penjelasan ilmiah di baliknya.
Ini bukan sekadar perasaan, melainkan respons tubuh terhadap stimulus tertentu dari layar digital.
Memahami penyebabnya adalah langkah pertama untuk mengatasinya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Buku Terbaik untuk Mulai Memahami Feminisme (Novel dan Non-Fiksi)
Berikut adalah tiga alasan utama mengapa menatap laptop terlalu lama bisa membuat Anda mual.
1. Computer Vision Syndrome (CVS) atau Ketegangan Mata Digital
Ini adalah penyebab paling umum.
Mata kita bekerja jauh lebih keras untuk fokus pada piksel di layar dibandingkan saat membaca teks di kertas.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus.
Otot mata harus terus-menerus menyesuaikan fokus pada karakter digital yang tidak setajam cetakan.
Pada saat yang sama, paparan cahaya biru (blue light) dan pantulan cahaya (silau) dari layar memaksa otot mata bekerja ekstra, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan signifikan.
Hubungannya dengan mual: Saat otot mata sangat lelah, ia mengirimkan sinyal kelelahan ke otak.
Sinyal yang campur aduk ini dapat mengganggu sistem saraf dan memicu gejala yang mirip dengan sakit kepala tegang, termasuk rasa mual ringan.
Solusi Cepat: Terapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar ke objek yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
2. Digital Motion Sickness atau Mabuk Gerakan Digital
Pernah merasa pusing saat membaca di dalam mobil yang bergerak? Prinsip yang sama berlaku saat Anda menatap layar laptop.
Fenomena ini terjadi akibat konflik sensorik.
















