Mengenal Kecemasan pada Perfeksionis: Belajar Melepas Standar Tinggi dengan Bodo Amat

Kecemasan Perfeksionis: Penyebab dan Cara Mengatasi
Kecemasan Perfeksionis: Penyebab dan Cara Mengatasi (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Orang dengan sifat perfeksionis cenderung memiliki standar yang sangat tinggi.

Mereka selalu mengejar kesempurnaan dalam segala aspek kehidupan. Namun, standar tinggi ini seringkali menjadi bumerang.

Mereka bisa mengalami kecemasan berlebihan, terutama ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan. Lantas, apa sebenarnya kecemasan itu?

Memahami Akar Kecemasan Perfeksionis

Psikolog klinis Tara de Thouars, M.Psi. menjelaskan definisi penting dari kecemasan.

“Kecemasan terjadi ketika kita sedang mencoba untuk mencegah atau mengantisipasi sesuatu,” ujar Tara dalam acara “Need a Hand #HidupmuBerarti” di Jakarta, Minggu (28/9/2025).

Begitu seseorang mulai mencegah dan mengantisipasi, di situlah rasa cemas akan muncul.

Baca Juga: Beberapa Tanda Sebenarnya Kamu Kangen Rumah Saat Merantau, Tapi Gengsi Mengakui

Bagi individu dengan karakter perfeksionis, yang mereka cegah atau antisipasi adalah berbagai ketakutan, antara lain:

  • Ketakutan akan berbuat salah atau gagal.
  • Ketakutan bahwa yang dilakukan tidak sesuai dengan standar pribadinya.
  • Ketakutan akan dinilai negatif oleh orang lain.
  • Ketakutan tidak akan disukai atau diterima.

Ketakutan-ketakutan ini mendorong para perfeksionis untuk bekerja melebihi batas kemampuannya.

Ironisnya, semakin seseorang berusaha menghindari kemungkinan salah atau dinilai buruk, semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang muncul. Akibatnya, rasa takut ini sering menyebabkan kelelahan, baik secara mental maupun fisik.

Cara Mengatasi Kecemasan: Belajar Melepaskan Kontrol

Jika akar kecemasan adalah mencoba mencegah, mengantisipasi, dan melawan, maka solusinya adalah melakukan kebalikannya.

“Supaya kita enggak cemas, keterbalikannya adalah enggak boleh dicegah,” tutur psikolog yang sudah berkarier lebih dari 15 tahun ini.

Semakin seseorang berusaha mencegah sesuatu, semakin cemaslah mereka.

Ini berarti, untuk menurunkan tingkat kecemasan, seseorang harus belajar untuk melepaskan.

Baca Juga: 5 Penyebab Utama Mabuk Perjalanan yang Sering Kita Alami

Tara menekankan pentingnya berserah diri dan menerima kerapuhan (vulnerable).

“Kita harus melepaskan, salah satunya dengan cara berserah. Menjadi vulnerable itu sangat penting,” jelasnya.

Berserah di sini bukan berarti pasrah tanpa usaha.