Momen ini menarik perhatian signifikan dari media internasional dan delegasi di PBB.
Pernyataan Petro yang terus-terang membela Palestina telah menuai kecaman tajam dari Amerika Serikat dan kelompok-kelompok advokasi Yahudi.
Dalam pidatonya, Presiden Petro berulang kali mengecam tindakan Israel sebagai “genosida.”
Ia juga membandingkan tindakan tersebut dengan Holocaust, menyatakan
“tampaknya (menteri propaganda Nazi Joseph) Goebbels adalah orang yang mengarahkan komunikasi dunia” terkait konflik.
Dia menegaskan, tindakan paling anti-Semit saat ini adalah,
“mengulangi holocaust Hitler terhadap kemanusiaan dan khususnya terhadap rakyat Palestina.”
Perbandingan ini telah ia gunakan berkali-kali sejak konflik dimulai pada Oktober 2023.
Baca Juga: Liput Situasi di Perbatasan Zikim, Jurnalis Palestina Gugur Ditembak Tentara Israel
(*Mira)
















