Hindari penggunaan gawai yang memancarkan cahaya biru, karena bisa mengganggu hormon tidur.
- Dengarkan musik relaksasi atau podcast yang menenangkan.
- Membaca buku (buku fisik, bukan e-book di layar gawai).
- Latihan pernapasan dalam. Tarik napas perlahan melalui hidung selama 4 detik, tahan selama 7 detik, lalu hembuskan melalui mulut selama 8 detik.
Ulangi beberapa kali.
3. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman
Sering kali, overthinking terjadi karena tubuh merasa tidak nyaman.
Pastikan kamarmu dalam keadaan gelap, tenang, dan sejuk.
Gunakan bantal dan selimut yang nyaman.
Lingkungan yang nyaman akan mengirimkan sinyal ke otakmu bahwa ini adalah waktu untuk rileks dan beristirahat, bukan untuk berpikir keras.
4. Jangan Lupakan Rutinitas Tidur
Memiliki rutinitas tidur yang konsisten dapat melatih otakmu untuk rileks.
Setidaknya 30-60 menit sebelum tidur, hindari pekerjaan berat, kafein, dan tontonan yang memicu stres.
Lakukan hal-hal yang menenangkan seperti mandi air hangat, meditasi ringan, atau mendengarkan musik lembut.
Rutinitas ini adalah sinyal bagi tubuhmu bahwa saatnya untuk bersiap tidur.
Baca Juga: Sulit Tidur? Ini 10 Tips Ampuh Mengusir Insomnia untuk Tidur yang Berkualitas
(*Mira)
















