Melestarikan Budaya, Membuka Peluang Usaha: Pelatihan Seni Melipat Tanjak di Kampung Tanjak Pontianak

Suherman, pengelola Kampung Tanjak memperlihatkan cara melipat tanjak.
Suherman, pengelola Kampung Tanjak memperlihatkan cara melipat tanjak. Foto: HO/Faktakalbar.id

Ia meyakini, galeri tersebut akan memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi sarana pengembangan ekonomi kreatif.

Ia pun mengajak para peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya.

“Kalau orang bisa melipat tanjak atau membuat tanjak, tentu akan berdampak pada penghasilan dan memberi manfaat bagi keluarga maupun lingkungan. Mari kita jadikan keterampilan ini sebagai peluang usaha,” imbuhnya.

Baca Juga: Rakernas JKPI 2025: Pontianak Tekankan Pentingnya Pelestarian Warisan Budaya untuk Roh Kota

Pengelola Kampung Tanjak, Suherman, mengatakan pelatihan ini diharapkan bisa menjadi modal bagi peserta untuk menambah kreativitas dan pendapatan mereka.

“Kami ingin Kampung Tanjak tidak hanya dikenal sebagai pusat budaya Melayu, tetapi juga sebagai ruang belajar dan pengembangan ekonomi kreatif. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat bisa belajar, lalu mempraktikkannya untuk kebutuhan acara adat maupun dikembangkan menjadi produk bernilai jual,” pungkas Suherman.

(*Red/Prokopim)