Melestarikan Budaya, Membuka Peluang Usaha: Pelatihan Seni Melipat Tanjak di Kampung Tanjak Pontianak

Suherman, pengelola Kampung Tanjak memperlihatkan cara melipat tanjak.
Suherman, pengelola Kampung Tanjak memperlihatkan cara melipat tanjak. Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pusat kerajinan tanjak, Kampung Tanjak, yang berlokasi di Gang Amal, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, menjadi tuan rumah pelatihan seni melipat tanjak.

Sebanyak 15 perajin dari berbagai kalangan mengikuti pelatihan ini untuk mengasah keterampilan mereka dalam membuat tanjak.

Baca Juga: Pemkot Pontianak Kembangkan Rumah Budaya Kampung Caping, Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Tepi Sungai Kapuas

Pelatihan ini mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan kearifan lokal, tapi juga memberikan bekal keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

“Pelatihan melipat tanjak ini merupakan inovasi yang bermanfaat. Ilmu yang diajarkan akan menjadi amal jariah bagi yang menularkan pengetahuan kepada orang lain. Hal sederhana seperti keterampilan melipat tanjak bisa berdampak luas, termasuk membuka peluang usaha baru,” ujar Bahasan.

Ia menekankan pentingnya pengembangan keterampilan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Pelatihan seperti ini ke depan akan mendorong lahirnya UMKM-UMKM baru di enam kecamatan di Kota Pontianak,” tambahnya.

Bahasan juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan galeri di Kampung Tanjak sebagai wadah promosi.

Ia meyakini, galeri tersebut akan memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi sarana pengembangan ekonomi kreatif.

Ia pun mengajak para peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya.

“Kalau orang bisa melipat tanjak atau membuat tanjak, tentu akan berdampak pada penghasilan dan memberi manfaat bagi keluarga maupun lingkungan. Mari kita jadikan keterampilan ini sebagai peluang usaha,” imbuhnya.

Baca Juga: Rakernas JKPI 2025: Pontianak Tekankan Pentingnya Pelestarian Warisan Budaya untuk Roh Kota

Pengelola Kampung Tanjak, Suherman, mengatakan pelatihan ini diharapkan bisa menjadi modal bagi peserta untuk menambah kreativitas dan pendapatan mereka.

“Kami ingin Kampung Tanjak tidak hanya dikenal sebagai pusat budaya Melayu, tetapi juga sebagai ruang belajar dan pengembangan ekonomi kreatif. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat bisa belajar, lalu mempraktikkannya untuk kebutuhan acara adat maupun dikembangkan menjadi produk bernilai jual,” pungkas Suherman.

(*Red/Prokopim)