Faktakalbar.id, JAKARTA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) 2025 di Jakarta.
Rakernas ini menjadi ajang bagi Dekranasda Pontianak untuk berkoordinasi dengan Dekranas pusat dan daerah lain dalam memajukan perajin lokal.
Baca Juga: Gali Kreativitas Generasi Muda, Dekranasda Pontianak Gelar Lomba Desain Corak Insang
Acara yang dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Ananda Gibran, ini dihadiri oleh para Ketua Dekranasda dari seluruh Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Yanieta Arbiastutie mencatat beberapa poin penting, salah satunya mengenai instruksi untuk menyelaraskan program kerja Dekranasda tahun 2025 dengan program pusat di tahun 2026.
Hal ini bertujuan agar program yang dijalankan dapat sejalan dan lebih efektif.
Yanieta juga menekankan pentingnya pengembangan produk kerajinan berbasis potensi lokal agar dapat bersaing di pasar global.
Salah satu program yang ia harapkan dapat sampai ke daerah adalah sosialisasi UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.
“Sebetulnya banyak program kerja dan kegiatan menarik yang tadi disampaikan. Kami berharap kegiatan tersebut bisa sampai ke daerah, seperti inovasi dan strategi pengembangan produk kerajinan berbasis potensi lokal untuk pasar global maupun sosialisasi UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor,” ujar Yanieta.
Menurutnya, untuk menembus pasar global, produk kerajinan harus memenuhi standar ekspor. Oleh karena itu, kolaborasi antara Dekranas pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sangatlah penting.
“Kolaborasi ini akan memastikan perajin Pontianak siap bersaing di pasar global,” jelasnya.
Meski demikian, Yanieta mengakui adanya tantangan, terutama terkait keterbatasan anggaran Dekranasda Pontianak.
Baca Juga: Ketua Dekranasda Harap Ubur-ubur Jadi Ikon Kuliner Desa Temajuk Sambas
Hal ini menjadi hambatan dalam menyelaraskan program, seperti kerja sama dengan desainer ternama yang membutuhkan biaya besar.
“Kerja sama tersebut membutuhkan biaya besar. Apalagi di tengah kondisi efisiensi yang harus dilakukan pemerintah daerah, sehingga kami berharap bisa difasilitasi Dekranas pusat,” tambahnya.
Meski menghadapi tantangan, Dekranasda Pontianak dorong perajin tembus pasar global dengan cara yang lebih kreatif dan efisien.
Yanieta optimistis bahwa program pengembangan UMKM tetap bisa berjalan, bahkan dengan metode hybrid atau daring.
Ia menyebut banyak perajin binaan Dekranasda Pontianak yang sebenarnya sudah layak ekspor, namun belum memiliki jejaring pasar global.
Sebagai penutup, Yanieta menyampaikan apresiasi kepada Dekranas pusat dan Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat.
“Dekranasda Pontianak sangat berterima kasih kepada Dekranas pusat dan Dekranasda Provinsi Kalbar atas dukungan yang telah diberikan. Kami terbuka untuk terus berkolaborasi memajukan UMKM di Kota Pontianak,” pungkasnya.
Baca Juga: Dekranasda Pontianak Jajaki Kolaborasi dengan Desainer Didiet Maulana untuk Kembangkan UMKM Kriya
(Dekranasda Pontianak)
















