BKKBN Kalbar Menggandeng Media Jadi “Jembatan” Donasi, Ungkap Keterbatasan Anggaran Pemerintah untuk Atasi Stunting

"Kepala BKKBN Kalbar, Nursin, ungkap keterbatasan anggaran pemerintah untuk atasi stunting. Simak bagaimana BKKBN Kalbar mengajak masyarakat berdonasi lewat program Genting."
Kepala BKKBN Kalbar, Nursin, ungkap keterbatasan anggaran pemerintah untuk atasi stunting. Simak bagaimana BKKBN Kalbar mengajak masyarakat berdonasi lewat program Genting. (Dok. Mira/Faktakalbar)

Oleh karena itu, ia sengaja mengundang perwakilan jurnalis Pontianak.

 “Harapan saya, mudah-mudahan media ke depan bisa lebih proaktif lagi menulis tentang potret-potret sosial yang tujuannya atau harapannya itu bisa menggugah seluruh elemen masyarakat yang ada di sini untuk bisa saling bergotong royong, membantu kondisi-kondisi keluarga yang kurang beruntung,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai komponen masyarakat dapat terlibat dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Program ini meliputi bantuan nutrisi, jamban, perbaikan rumah tidak layak huni, dan edukasi

“Masalah-masalah sosial itu terdiri daripada banyak hal, ya. Terkait mengenai kondisi rumah yang tidak layak huni, kondisi jamban, sanitasi air bersih kita yang mungkin masih kurang. Ini yang perlu kita lengkapi terus. Dan ini peran media sangat kami butuhkan untuk membantu program-program ini,” sambung Nuryamin.

Nuryamin secara blak-blakan menyebut bahwa partisipasi masyarakat diperlukan karena keterbatasan dana pemerintah.

 “Kalau kita tunggu dari pemerintah pusat saja atau pemerintah anggaran dari APBD atau APBN, itu sangat tipis sekali. Jadi gerakan masyarakat ini yang perlu kita dorong untuk bersama-sama,” tuturnya.

BKKBN Kalbar menargetkan 11.000 donasi untuk program GENTING. Meskipun saat ini sudah ada sekitar 12.000 donatur, ia menyebut masih banyak donasi yang berfokus pada edukasi.

“Tetapi ini kan masih banyak bersentuhan di bidang edukasi. Kita mau yang bidang fisik. Seperti yang fisik itu, yang jamban, bantuan nutrisi, dengan air bersih, dengan rumah tidak layak huni. Ini yang kita perlu ajak,” tegasnya, berharap media bisa menjadi “jembatan” yang efektif untuk menggerakkan masyarakat.

Baca Juga: Kodam Tanjungpura Pastikan Oknum Anggota TNI Pemukul Driver Ojol Diproses Hukum

(*Mira)